GENS UNA SUMUS

KITA ADALAH SATU KELUARGA

Kamis, 18 November 2010

Medali Emas Asian Games 2010

m Kasimdzhanov dari Uzbekistan pada pria dan Hou Yifan Cina di bagian wanita memenangkan Kejuaraan Cepat Asian Games ke-16 yang menyimpulkan hari ini di Guangzhou Catur Institute, Cina.
Kasimdzhanov dan GM Le Quang Liem diikat dengan 7,5 / 9 dan hasil head to head adalah terpaksa untuk menentukan pemenang. Kasimdzhanov telah mengalahkan Liem di ronde ketujuh dan Liem unggulan pertama harus puas Silver. Medali perunggu pergi ke Bu Xiangzhi dari Cina, juga dengan cara tie break (keduanya 6,5 / 9), karena ia telah mengalahkan Murtas Kazhgaleyev Kazakhstan di babak keenam.
Hou Yifan tidak memberikan masalah pada komputer karena ia pemenang dengan skor 8.5 / 9 dan memberikan Cina Emas pertama mereka di Catur Cepat Perorangan. Para peraih medali lainnya juga pemenang yang jelas dengan China Zhao Xue (7,5 / 9) & Harika Dronavalli India (6,5 / 9) memenangkan Medali Perak dan Perunggu masing-masing.
Dalam putaran terakhir Kasimdzhanov diselesaikan untuk menggambar dengan GM Sadvakasov Darmen Kazakhstan. Bu dikalahkan Krishnan Sasikiran sementara Kazhgaleyev mengalahkan India Ganguly lainnya. Kedua orang Indian memiliki kesempatan untuk berada di podium.
Hou Yifan mengalahkan Tania Sachdev India sementara Zhao dan Harika mengalahkan saingan mereka Nafisa Muminova Uzbekistan dan Irine Sukendar dari Indonesia masing-masing di putaran 9 dan akhir muncul sebagai pemenang.
Setelah istirahat sehari, Tim Championship pertandingan dimulai pada 18 dan ditampilkan hidup di asia-chess.com

Rabu, 17 November 2010

Pitra Andika Buka Peluang Catur Medan

Pitra Andika Buka Peluang Catur Medan

MEDAN (Berita): Keberhasilan Pitra Andika menghentikan MN Binsar Marbun (Simalungun), berhasil mengantar tiga pecatur putra Medan memimpin posisi 3 besar hingga babak keempat pertandingan catur Porprovsu 2010, Senin (8/11).
Binsar Marbun menyandang gelar Master Nasional sempat menyodok ke puncak pimpinan klasemen karena tak terkalahkan sampai babak tiga.
Kemenangannya atas Mulkan Dwintar (Madina) di babak ketiga dalam pertandingan yang memakai sistem Swiss 9 babak, membuat Binsar Marbun memiliki total poin tertinggi 3 MP di babak ini.
Sebaliknya, pecatur andalan Medan seperti Sukarnedi dan Rudin Simatupang yang bermain remis di babak ini, hanya mengumpulkan poin tertinggi 2 1/2 MP. Sama halnya dengan Pitra, walau ia mengalahkan pecatur Medan lainnya Simon Simamora di babak ketiga ia baru bisa mengoleksi 2 1/2 MP, karena sempat ditahan remis MN Bakhori Nasution di babak kedua.Kemenangan atas Binsar Marbun, membuat Pitra memiliki 3 1/2 MP dan memimpin bersama andalan Medan lainnya Sukarnedi dan Binsar Siahaan yang juga mengoleksi 3 1/2 MP.
MN Sukarnedi yang ditahan remis Rudin Simatupang di babak ketiga, sukses mengatasi Sinton Tarigan (Tanah Karo) di putaran keempat. Sedang Binsar Siahaan mengalahkan Rudin Simatupang di babak keempat. Ditempatinya posisi tiga besar klasemen sementara dan kemampuan Pitra menghentikan Binsar Marbun kian memperbesar peluang pecatur Medan buat merebut medali emas kelompok putra dalam pertandingan yang menyisakan 5 babak lagi.
Tiga pecatur yang memiliki poin 3 MP hingga babak keempat adalah MN Binsar Marbun, Marihot Simanjutak (Medan) dan MN Pondang Damanik (Asahan).
Persaingan di kelompok putri, buat sementara diungguli pecatur Tanah Karo Charlely Tessy yang mengoleksi 3 MP. Ia dibuntuti pecatur Medan Maria H Siahaan dengan 2 1/2 MP, Yola Yolanda dan Erly Dinarti sama-sama memiliki 2 MP.(irm)

Agus Slamet Juara Kejurnas Catur Cepat Piala Percasi Kota Semarang 2010

Agus Slamet Juara Kejurnas Catur Cepat

image
Semarang, CyberNews. Agus Slamet, pecatur asal Cilacap berhasil menjuarai kelompok senior dalam Kejurnas Catur Cepat Piala Percasi Kota Semarang, yang dihelat di Auditorium RRI Semarang, 13-14 November.
Dalam pertandingan yang menggunakan sistem Swiss 9 babak ini, Agus Slamet yang dalam kejurnas ini membela Jateng, berhasil mengumpulkan victory point (VP) 8,5 hasil dari delapan kali menang dan sekali remis.
Peringkat kedua kelompok senior sendiri ditempati Master Nasional (MN) Edyanto (Brebes/Jateng) yang mengumpulkan VP 8, hasil delapan kali menang dan sekali kalah. Sementara, peringkat ketiga ditempati MN Joko Purbowo (Cilacap/ Jateng), yang memperoleh VP 7,5 hasil dari tujuh kali menang, sekali remis dan sekali kalah.
Di kelompok yunior yang menggunakan sistem Swiss delapan babak, Candra Putra W (Cilacap/Jateng) berhasil menjadi yang terbaik usai memperoleh VP 7,5 hasil dari tujuh kali menang dan sekali seri.
Sementara, peringkat kedua ditempati Gayuh Satrio (DIY) yang mengumpulkan VP 7, hasil dari tujuh kali menang dan sekali kalah. Peringkat ketiga, ditempati M Azizu Akbar (Kota Semarang/Jateng) yang mengumpulkan VP 6 hasil dari enam kali menang dan dua kali kalah.
Ketua Panitia Kejurnas, Syaifudin SE mengatakan, dalam kejurnas kali ini terjadi banyak sekali kejutan. Salah satunya adalah tumbangnya para pecatur unggulan yang memiliki gelar Master Internasional (MI), Master Fide (MF) maupun Grand Master (GM) di tangan pecatur non unggulan. "Ini menandakan, tingkat persaingan di antara para pecatur sudah mulai merata," tambahnya.
Dia mengatakan, usai kejuaraan ini, Percasi Kota Semarang berharap bisa menghelat kejuaraan serupa dengan level Internasional di Kota Semarang pada 2011 mendatang.

Asian Games XVI Pupuslah Asa Irene dan Susanto

Asian Games XVI
Pupuslah Asa Irene dan Susanto
Selasa, 16 November 2010 | 19:06 WIB

Irene Kharisma Sukandar,
GUANGZHOU,  KOMPAS.com - Pupus sudah asa dua pecatur Indonesia, GM Susanto Megaranto dan WGM Irene Kharisma Sukandar untuk menyumbangkan medali di sektor tunggal putra dan putri. Langkah dua pecatur andalan ini terhenti setelah dikalahkan lawan mereka masing-masing pada babak final di  Guangzhou Chess Institute, China, Selasa (14/11/2010).

Susanto yang memperoleh enam poin ditundukan peraih medali perak asal Vietnam, GM Le Quang Liem. Sementara medali emas direbut GM Rustam Kasimdzhanov dari Uzbekistan. Medali perunggu jatuh ke tangan pecatur tuan rumah, Bu Xiangzhi dengan total 6,5 poin.

Di kubu putri, Irene harus mengakui keunggulan pecatur India, Dronavalli Harika yang meraih medali perunggu dengan total 6,5 poin. Sementara medali emas dan perak didominasi pecatur China, Hou Yifan dan Zhao Xue yang masing-masing mengoleksi 8,5 dan 7,5 poin.

Catur Belum Bisa Sumbang Medali di Asian Games

Catur Belum Bisa Sumbang Medali di Asian Games  

Pecatur Indonesia GM Susanto Megaranto. ANTARA/Andika Wahyu
TEMPO Interaktif, Jakarta - Peluang Indonesia untuk merebut medali Asian Games XVI Guangzhou dari cabang catur terlepas. Medali terlepas dari tangan pecatur putra, Susanto Megaranto, setelah kalah unggulan pertama dari Vietnam, Liem Quang Le, Selasa (16/11) lalu. Sementara di sektor putri, Irene Kharisma Sukandar hanya bisa puas berada di urutan ke-12.

Manajer Tim Catur Indonesia, Kristianus Liem, menyatakan Susanto sebetulnya sudah berupaya memberikan permainan yang memiliki varian tajam. Susanto, yang memainkan bidak putih tampil dengan pembukaan Sicilia. "Di awal pertandingan Susanto tampil sangat bagus. Hingga pada pertengahan dia dapat memaksa lawan bertahan dengan posisi raja di tengah," katanya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Tempo.

Namun, pembukaan itu tidak dapat berlanjut setelah saat langkah ke-20an Susanto mengorbankan satu kudanya untuk membongkar pertahanan lawan. Pilihan itu menurut Kris yang justru membuatnya kalah. Saat mengorbankan kudanya ada dua pilihan yang dihadapi, yakni melangkah ke F-5 atau F-6. Susanto memilih langkah F-6 dengan mengambil satu pion lawan agar pertahanan Quang Le terbuka.

Sayangnya. Le justru mampu berkelit dan perlahan-lahan menyusun serangan balik sehingga keadaan kemudian berbalik ganti lawan yang menekannya sampai akhirnya Susanto kalah pada langkah ke-50an. "Kekalahan ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kami semua. Kami akan berlatih lebih keras dan lebih akurat lagi agar di kemudian hari dapat memperoleh prestasi yang lebih baik," tutur Kristianus.

Susanto akhirnya hanya bisa puas berada di urutan ke-7 pada pertandingan sembilan babak nomor perorangan putra yang diikuti 23 peserta ini. Secara keseluruhan Susanto membukukan enam kali kemenangan dan tiga kali kalah. Medali perak pun jatuh ke tanganya Le yang secara keseluruhan mengumpulkan tujuh kali menang, sekali seri, sekali kalah.

Sementara itu, medali emas menjadi milik paecatur Uzbekistan Rustam Kasimdzhanov yang membukukan enam kali menang dan tiga kali seri. Adapun perunggu direbut pecatur tuan rumah Xiangzhi Bu, yang membukukan enam kali kemenangan, sekali seri, dua kali kalah.

Di bagian putri, pecatur Indonesia Irene Kharisma Sukandar, berada di urutan ke-12 setelah membukukan 4 kali menang, dua kali kalah, tiga kali seri. Medali emas direbut Yifan Hou dari China yang tidak terkalahkan sepanjang pertandingan. Pecatur China ini membukukan delapan kali menang dan sekali seri.

Medali perak menjadi milik pecatur China lainnya, Xue Zhao, yang membukukan tujuh kali menang, sekali seri, sekali kalah. Medali perunggu diraih pecatur India, Harika Dronavalli, yang lima kali menang, tiga kali seri, sekali kalah.

Sabtu, 13 November 2010

Hasil Liga catur JACC Seri 4

Organizer(s)JABODETABEK ASSOCIATION CHESS CLUB
Tournament directorIr. Asis Wiyanto, MT
Chief-ArbiterEddy Yudiana, WN
ArbiterSuparman, WN
SiteGrand Mall Bekasi
Date2010/11/13
Rating-Ø1200
Pairing programSwiss-Manager from Heinz HerzogSwiss-Manager tournamentfile
Last update 13.11.2010 15:02:53
LinksOfficial Homepage of the Organizer
Parameterselection no tournament-details
ListsTeam-Starting rank

Team-Composition with round-results, Team-Composition without round-results

Starting rank list of players, Alphabetical list of players


Team-PairingsRd.1, Rd.2, Rd.3, Rd.4, Rd.5, Rd.6

Board PairingsRd.1, Rd.2, Rd.3, Rd.4, Rd.5, Rd.6


Ranking list afterRd.1, Rd.2, Rd.3, Rd.4, Rd.5, Rd.6
The best playersaccording Points, according percent

Federation-, Game- and Title-statistics, Time-table
Excel and PrintPrint list, Export to Excel, Export to PDF-File

Final Ranking after 6 Rounds

Rk.SNoTeamGames  +   =   -  TB1  TB2  TB3 
17KUDA DUA CILINCING64201018,572,0
216SCUA - 16411917,066,0
314RISING STAR - B6330915,567,5
415SBMI BEKASI6330915,091,5
55KALIBATA CC6321814,079,5
612PRCC6402814,064,5
73IRENE ORGANIZER A6312712,586,0
82CAFE CATUR BISHOF6231712,583,0
99PCC PAMULANG6312712,569,0
1021WCC WISMA6312712,061,5
1110PERUM - 16303615,072,0
1213RISING STAR - A6222612,562,5
131BINA SPORT6222611,561,0
1411PLN PRIOK6213511,077,0
1519WCC ASRI6132510,071,5
168KUDA LIAR CC6213510,059,5
176KOTAK 64621358,566,0
1818STAN CIC - B612348,052,0
1920WCC TAMAN620447,562,0
204IRENE ORGANIZER B611437,060,0
2117STAN CIC - A610524,561,0

Sabtu, 06 November 2010

Jam-Jam Catur Yang Digunakan Dalam Turnamen-Turnamen Catur, Yang Terbaru DGT 2010

Kalo kita bermain catur di turnamen tingkat nasional,
sudah pasti sebagai pemegang buah putih harus
menyediakan peralatan catur.
Yang dimaksud peralatan catur ini adalah:
buah catur, papan catur dan jam catur. Memang jam catur saat ini sudah merupakan
kebutuhan primer bagi peserta yang mengikuti turnamen besar, jika panitia tidak
menyediakan jam catur.
Jam catur atau chess clock ini sangat berguna untuk membatasi waktu pikir
masing-masing pemain agar turnamen bisa berjalan tepat waktu sesuai skedul.

Dulu saat jamannya waktu bertanding masih menggunakan peraturan 'partai tunda',
pertandingan berjalan sangat lama dan membosankan (sampai 8 jam lebih sekali
main, bahkan masih ditunda segala dengan sistem 'langkah sampul'). Seiring
dengan berjalannya waktu dan semakin mudahnya orang mendapatkan jam catur, kini
pertandingan hanya dibatasi sekitar 3 -4 jam saja untuk sekali main untuk catur
klasik. Jam catur mulai dipakai dalam turnamen catur di Inggris sekitar tahun
1883.
Saat ini turnamen catur cenderung semakin pendek. Kalo dulu sebuah turnamen bisa
berlansung dalam setengah bulan, sekarang dapat dipersingkat dalam hitungan hari
saja. Umunya 3-6 hari saja, turnamen sudah selesai.
Belum lagi jaman
sekarang, semakin sering turnamen diadakan dengan sistem catur cepat (25 menitan)
1-2 hari selesai yang biasanya diadakan waktu hari-hari libur (Sabtu, Minggu).
Turnamen cepat semacam ini berdasarkan pengamatan saya, selalu ramai dikunjungi
peserta.
Bahkan
yang domisilinya jauh dari tempat pertandingan, menyempatkan diri untuk ikut.
Pada umumnya mereka beralasan waktu untuk ikut turnamen hanya hari libur (Sabtu
dan atau Minggu) saja.
Hari-hari biasa banyak yang sibuk bekerja dan
tidak bisa mengikuti. Bahkan saya lihat meskipun hadiahnya relatif kecil,
turnamen tetap ramai diikuti.
Jadi jaman sekarang peran dari jam catur sangat penting dalam sebuah turnamen
catur. Saya melihat juga, teman-teman catur sangat menyukai permainan catur
kilat (sekitar 5 menitan) atau sering disebut dengan 'lightning chess'. Mereka
bergembira ria dan refreshing dengan catur kilat ini. Karena permainan segera
cepat selesai dan berganti dengan permainan berikutnya.
Hanya perlu diwaspadi
bahwa kalo terlalu banyak bermain catur kilat (5 menitan) seperti ini,
dikhawatirkan kemampuan kalkulasinya menjadi dangkal dan tidak mampu menangani
bangunan-bangunan kompleks, karena terbiasa dengan hitungan dangkal dalam
permainan kilat.

Turnamen catur modern yang menggunakan sistem KO (gugur), mengharuskan salah
satu pemain tersingkir. Umumnya permainan dilakukan 2 (dua) x hitam-putih dengan
catur klasik. Jika draw maka dilakukan play-off dengan ditambah 2 partai lagi
hitam putih dengan waktu dibuat menjadi catur cepat.
Jika masih seimbang
(2-2), maka dilakukan sistem 'sudden-detah' dengan setingan hitam diberi waktu 5
menit dan, putih 6 (atau 7) menit dengan aturan JIKA REMIS MAKA HITAM MENANG.

Kembali ke bahasan jam catur ya. Jam catur seperti kita ketahui bersama ada 2
jenis: jam catur analog (misalnya merk Jerger buatan Jerman) dan jam catur
digital (misalnya DGT 2000).
Jam catur digital yang
terbaru adalah DGT XL dan DGT 2010 yang saat ini sering digunakan dalam
turnamen-turnamen tingkat internasional.



Jam catur analog umumnya menggunakan rangkaian mekanik dengan menggunakan 'per'
untuk menjalankannya dan jarang yang memakai batere.
Jam ini merupakan gabungan semacam 2 jam weker
yang dihubungkan dengan rangkaian mekanik, sehingga jika salah satu pemain
memencet tombol jam catur, jam caturnya berhenti dan jam catur lawan bergerak.

Pada setiap jam catur, diberi tanda berupa bendera untuk mengetahui jam siapa
dulu yang jatuh alias waktu habis.
Makanya ada istilah
'jam jatuh' atau 'bendera jam jatuh' atau dalam bahasa Inggris sering dikatakan
'flag drop'.
Jam catur analog memiliki kelemahan tidak bisa dipakai untuk
sistem Fischer Chess Clock yang menggunakan 'increment' (waktu tambahan untuk
tiap langkahnya). Umumnya harga jam catur analog lebih murah daripada yang
digital. Harganya berkisar antara Rp. 250 ribu - Rp. 1.5 Juta.


Sekarang hampir setiap turnamen tingkat internasional telah menggunakan sistem
increment ini yang hanya bisa diaplikasikan pada jam catur digital jam catur
digital yang displaynya menggunakan LCD ini.
Harga jam catur
digital saat ini sekitar Rp. 500 ribu - Rp. 3 juta. Buatan Eropa tentunya
harganya jauh lebih mahal. Kalo pengen murah ya beli saja yang buatan China.
Konon kalo
belinya di China sana harganya bisa dibawah Rp. 500 ribu. Soal kualitas ya...
saya kurang tahu.
Jam catur digital juga
mempunya kelebihan dapat dihubungkan dengan DGT Smart Board, sehingga tidak
hanya langkah-langkahnya saja yang masuk komputer tapi juga
waktu realtime yang dipakai kedua pemain
akan juga ikut tersimpan.